
1932
Awal Mula
14 Oktober - Firma Nojorono didirikan Ko Djee Siong & Tan Djing Thay di bekas Gudang Kapuk, Desa Godi, Pati. Di sinilah Minak Djinggo pertama diproduksi.
Pelopor kretek Indonesia sejak 1932.
21+

Nojorono Kudus - dibaca No-Yo-Ro-No - adalah salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia. Didirikan pada 14 Oktober 1932 oleh Ko Djee Siong dan Tan Djing Thay, berpusat di Kota Kudus, Jawa Tengah. Pemilik merek Minak Djinggo, Clas Mild dan Baron, saat ini menduduki posisi lima besar industri rokok terbesar di Indonesia.
Visi
Misi
Sejarah
Merunut tonggak alur perjalanan Nojorono hingga masa kini.

Awal Mula
193214 Oktober - Firma Nojorono didirikan Ko Djee Siong & Tan Djing Thay di bekas Gudang Kapuk, Desa Godi, Pati. Di sinilah Minak Djinggo pertama diproduksi.

Pindah ke Kota Kretek
1934Seiring pertumbuhan, pabrik dipindahkan ke Kudus - kota yang dikenal sebagai Kota Kretek.

Generasi Kedua
1968Tongkat estafet dilanjutkan Liem Khee Thwan (Benediktus D. Batihalim), Djie Ing Khing (Ignatius R. Pamudji), dan Tjoa Boen Swie (Subianto Djuhadi).

Kantor Pusat Sudirman
1971Perusahaan menempati kantor pusat yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kudus, yang kemudian di tahun 1996 direvitalisasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Hingga saat ini, Jalan Sudirman Kudus masih menjadi rumah bagi Nojorono untuk berkarya.

Menjadi Perseroan Terbatas
1973Firma Nojorono dikukuhkan menjadi Perseroan Terbatas, dan berganti nama menjadi PT Nojorono Tobacco Company Limited.

Sigaret Kretek Mesin Pertama
1984Minak Djinggo Special 14 batang meluncur - produksi Sigaret Kretek Mesin (SKM) pertama perusahaan.
Generasi Ketiga
1990Kepengurusan dipercayakan kepada generasi ketiga: Stefanus JJ Batihalim, Harsono Djuhadi, John D. Kusuma, Arifin Pamudji, dan L. Surya Djuhadi.

Clas Mild
2003Peluncuran Clas Mild sebagai produk Low Tar Low Nicotine, menjadi salah satu produk yang diterima baik oleh pasar.

Komitmen Kesadaran Akan Pasca Konsumsi
2023Sejak 2023, #PuntungBeruntung menjadi wujud komitmen Nojorono dalam mengembangkan potensi pascakonsumsi melalui kolaborasi dengan komunitas kreatif, menghasilkan berbagai produk bernilai guna.
Sejarah
Merunut tonggak alur perjalanan Nojorono hingga masa kini.

1932
14 Oktober - Firma Nojorono didirikan Ko Djee Siong & Tan Djing Thay di bekas Gudang Kapuk, Desa Godi, Pati. Di sinilah Minak Djinggo pertama diproduksi.
Cipta Nojorono
Berkiprah selama hampir satu abad, Nojorono Kudus berbekal prinsip warisan leluhur “Bersatu, Berdoa, Berkarya” yang ditanamkan oleh pendiri dan diterapkan turun-temurun oleh seluruh elemen perusahaan.
Diartikan sebagai kebersamaan - satu tekad dan keyakinan sebagai tumpuan dan dasar yang kokoh untuk melandasi kekuatan perusahaan.
Menghadirkan kekuatan yang besar dari Sang Pencipta untuk senantiasa mendampingi, melindungi, dan meridhoi setiap langkah yang ditempuh Nojorono.
Melalui semangat berkarya yang tercipta dari kesungguhan hati, akan terwujud hasil yang baik, bernilai, dan berdaya guna bagi seluruh elemen di dalam Nojorono.
Arti Nojorono
Kekuatan nama Nojorono dalam aksara Jawa memiliki esensi sebagai refleksi sosok Krishna Muda, yang direpresentasikan dalam ungkapan luhur “Cipta, Karsa, Rasa, Cahya”.
NO
Cipta
“Nadyan ora kasad mata pasti ana.”
Meskipun tidak tampak oleh mata, tetapi ia pasti ada.
JO
Karsa
“Jangkane mung jenak jemjeming jiwaraga.”
Rencana tindakannya bertahan tentram di dalam kebesaran jiwa.
RO
Rasa
“Rasakena rakete lan angganira.”
Rasakanlah eratnya dengan badanmu.
NO
Cahya
“Nur candra, warsitaning candara.”
Pengharapan manusia hanya selalu ke Cahaya Illahi.
Kata NOJORONO mengandung arti: didirikan (ONO) oleh para pendiri sebagai tempat untuk berkarya (KARYO), dengan segenap jiwa (ROSO) agar bisa terus bersinar (NOER) dan menjadi berkat bagi sesama.

Filosofi Logo
Memasuki usianya yang hampir satu abad, Nojorono mengalami pembaharuan tampilan logo yang mewakili nilai warisan leluhur - diyakini memberikan dampak terhadap reputasi dan eksistensi perusahaan.
Semangat yang tidak pernah padam - aspek karsa yang menjadi perbuatan dan harapan dalam mencapai hidup yang lebih baik.
Unsur keseimbangan yang menjadi pusat energi dalam aspek cipta - mengedepankan keseimbangan dan harmonisasi dalam menciptakan inovasi perkembangan bisnis Nojorono.
Sumber kehidupan dan pertumbuhan. Keaslian dan keasriannya menjadi unsur rasa yang diwujudkan dalam ketulusan hati dalam melakukan perbuatan.
Kenal Lebih Dekat